Hukum Oral Seks dalam Islam

Hukum Oral Seks dalam Islam

Jakarta, Okezone.com
Hal ini menggoda saya untuk mencari referensi agama  tentang hukumnya Oral Seks dalam Islam karena biasanya artikel saya tidak se dahsyat ini. Ini menunjukkan bahwa kenikmatan seksual dengan Oral Seks  masih menjadi primadona untuk selalu didiskusikan karena biasanya suami istri malu untuk berkonsultasi kepada konsultan seks, maka lebih baik nongkrong di Kompasiana sudah ada yang menyiapkan “konseling” gratis.
Islam adalah agama “Hanafiah Samkhah” , agama yang penuh toleransi , agama yang memberikan ruang bagi pemeluknya untuk berbeda pendapat dalam menjalankan ibadahnya dan tata cara ber muamalah .
Hubungan suami istri dalam Islam berlandaskan atas firman Allah:


نِسَاؤُكُمْ حَرْثُ لَّكُمْ فَأْتُوْاحَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوْا لِأَنْفُسِكُمْ وَاتَّقُوْا اللهَ وَاعْلَمُوْا أَنَّكُمْ مُلَقَوْهُ وَبَشِرِالْمُؤْمِنِيْنَ
”Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu berladang, Maka datangilah tanah tempat berladang itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.”
Penggalan “Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki” diparameteri oleh Hadits Nabi bahwa  semua cara boleh namun tidak boleh memasukkan zakar dalam anus atau dubur yang dengan demikian menjadi haram hukumnya.
Maka tiba masalah datang kepada suami istri yang menggebu-gebu syahwat nya sehingga tergoda untuk melakukan oral seks. Ternyata Islam sudah melakukan kajian hal yang baru-baru saja sangat senter karena koneksi internet menembus seluruh sudut kehidupan kita yang menyambung kan dua kutub timur dan barat. Mayoritas ulama yang melakukan pembahasan tentang hukumnya dalam Islam bervariasi dari boleh sampai makruh, hanya sedikit dari mereka yang mengatakan haram karena belum ada dalil yang mengharamkannya. Persetubuhan suami istri dalam Islam adalah sedekah, bersenang-senang antar suami istri adalah sedekah, sehingga pemanasan sebelum babak yang sesungguhnya dimulai menjadi suatu hal yang dianjurkan agar tidak ada pihak yang disakiti karena belum keluarnya “pelumas” dari kemaluan istri. Pemanasan dalam hubungan suami istri adalah hal yang penting agar cara kita melakukannya tidak menyamai cara binatang yang tidak menggunakan unsur-unsur perasaan dalam bercinta. Mana ada binatang yang melakukan foreplay dengan menghisap zakar pasangannya?.
Yusuf Qardhawi dalam menjawab masalah ini mengatakan membolehkan Oral Seks bagi pasangan istri dan ketika Syeh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Al Jibrin ditanya “Bolehkah seorang wanita mencium kemaluan suaminya, begitu pula sebaliknya?”, maka beliau menjawab:
“Hal ini dibolehkan, namun di makruh kan. Karena asalnya pasangan suami istr boleh bersenang-senang satu dan lainnya, menikmati seluruh badan pasangannya kecuali jika ada dalil yang melarang. Boleh antara suami istri menyentuh kemaluan satu dan lainnya dengan tangannya dan memandangnya. Akan tetapi, mencium kemaluan semacam itu tidak disukai oleh jiwa karena masih ada cara lain yang lebih menyenangkan.”“Hal ini dibolehkan, namun dimakruhkan. Karena asalnya pasangan suami istri boleh bersenang-senang satu dan lainnya, menikmati seluruh badan pasangannya kecuali jika ada dalil yang melarang. Boleh antara suami istri menyentuh kemaluan satu dan lainnya dengan tangannya dan memandangnya. Akan tetapi, mencium kemaluan semacam itu tidak disukai oleh jiwa karena masih ada cara lain yang lebih menyenangkan.”
Pendapat yang hampir sama namun lebih konprehensif datang dari Syeh Musa Hasan Mayan,beliau menjawab pertanyaan serupa dengan mengatakan:
“Tidak mengapa melakukan seperti itu. Seorang pria boleh saja bersenang-senang dengan istrinya dengan berbagai macam cara, ia boleh menikmati seluruh tubuhnya selama tidak ada dalil yang melarang. Namun tidak boleh ia menyetubuhi istrinya di dubur dan tidak boleh berhubungan seks dengan istrinya di masa haid. Sedangkan mencium kemaluan pasangannya, tidak ada masalah. Itu adalah tambahan dari yang dihalalkan karena tidak ada dalil yang mengharamkan, syariat pun mendiamkan nya. Sehingga oral seks semacam itu kembali ke hukum asal yaitu boleh. Yang menyatakan haramnya harus  mendatangkan dalil, namun sebenarnya tidak ada dalil yang melarang perbuatan semacam ini. Kebenaran adalah di sisi Allah.”
Hal yang perlu diperhatikan dalam oral seks adalah kebersihan organ vital ,  agar pasangan yakin dengan kebersihan nya karena alat vital adalah tempat keluarnya najis karena itu ada pendapat yang sampai mengharamkannya berdasarkan alat vital adalah tempat keluarnya najis ini, namun amat lemahlah pendapat ini karena najis memang harus selalu dibersihkan di mana mana tempat dan ketika sudah dibersihkan maka hal itu sudah menjadi suci. Kemudian agar diketahui untuk tidak menelan cairan madzi, madzi adalah cairan yang keluar sebelum sperma. Seluruh ulama berpendapat bahwa madzi adalah najis yang sama sekali berbeda dengan sperma.
Namun demikian jika dalam sarana oral seks ini ada unsur penyakit yang membahayakan maka hukum yang mayoritas membolehkan bisa menjadi haram hukumnya atas  dasar kaidah ushul fiqh berdasar hadist nabi:
لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ
Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).
Jika anda masih tetap ragu  terhadap hukumnya namun sangat ingin melakukannya terhadap suami /istri anda maka sebaiknya meninggalkan keraguan dan menetapkan hati untuk melakukannya dengan dasar menyenangkan suami atau pun sebaliknya adalah sedekah hal mana lebih baik dari pada masuk dalam jurang perzinahan Nauzu billahi min dzalik ,  perintah nabi Da’maa yuribuuka ila maa laa yuribuka”(tinggalkan hal-hal yang meragukan mu dan pilihlah sesuatu yang tidak meragukan mu.
Dan ketika agama mendiamkannya tanpa ada dalil yang jelas mengharamkannya sebaiknya kita ambil kesempatan ini dan tidak banyak bertanya karna dari banyak bertanya akan menyusahkan diri kita sendiri sebagaimana firman Allah
YA AYYUHA ALLADZINA AMANU. LA TASALU ‘AN ASY-YAA IN TUBDA LAKUM TASUKKUM
( wahai orang-orang yang beriman janganlah menanyakan hal-hal yang bila diterangkan kepada kamu niscaya menyusahkan (QS al-Maidah :101)

Wallahu a’lam bisshowab.

Cara Berhubungan Intim Menurut Agama Islam

Cara Berhubungan Intim Menurut Agama Islam

Perihal hubungan seksual (bercinta), Rasulullah SAW memberi petunjuk yang sangat sempurna, beralas etika dan estetika Rabbaniyah (ketuhanan). Bercinta tidak saja untuk menyehatkan jiwa, namun juga memberi kepuasan serta kenikmatan jiwa. Pitutur Rasulullah SAW tentang bercinta (senggama) adalah nasehat paripurna, utamanya demi menjaga kesehatan tubuh, mental, dan spiritual, berikut mewujudkan tujuan bersenggama itu sendiri. Diantara tujuan hubungan seksual menurut ajaran Islam ialah:

Cara Berhubungan Intim Menurut Agama Islam :
1.      Melahirkan dan menjaga kelangsungan keturunan. Dengan kelahiran putra-putri buah senggama, nantinya diharapkan akan lahir generasi penerus bagi keluarga dan komunitas serta kesinambungan suatu bangsa;
2.      Mengeluarkan air (sperma) berdampak positif bagi tubuh. Sebab apabila sperma dibiarkan mengendap di dalam tubuh tanpa disalurkan ke ladang tempat bercocok tanam (fitrah penyaluran), akan berdampak buruk bagi tubuh maupun mental seseorang;
3.      Media untuk menyalurkan hajat, guna meraih kenikmatan surga duniawi. Bedanya, bersenggama di dunia bisa melahirkan anak, sedang di surga keabadian tidak akan membuahkan anak, semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan baik, sesuai dengan etika dan estetika, serta aturan luhur yang selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam.



Etika Sebelum Bercinta :
Ajaran Islam mengajarkan etika senggama, yang harus dipahami setiap Muslim. Ada banyak ayat al-Quaran dan Sunnah Nabi yang menuturkan masalah etika bercinta ini. Karenanya, sebelum bercinta, setiap Muslim harus memperhatikan etika (adab) dan prasyarat bersenggama sebagai berikut:
Pertama, Tidak Menolak Ajakan Bercinta. Secara tabiat maupun fitrah, para lelaki lebih agresif, tidak memiliki energi kesabaran, serta kurang bisa menahan diri dalam urusan making love ini. Sebaliknya, para wanita cenderung bersikap pasif, pemalu, dan kuat menahan diri.

Oleh sebab itu, diharuskan bagi wanita menerima dan mematuhi ajakan suami untuk bercinta. Dalam sebuah hadis dituturkan, Rasulullah SAW bersabda: Jika seorang istri dipanggil oleh suaminya karena hajat biologisnya, maka hendaknya segera datang, meski dirinya sedang sibuk (HR Turmudzi). Ajaran Islam tidak membenarkan perilaku para istri yang menolak ajakan suami mereka untuk bercinta.

Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda: Allah melaknat wanita yang menunda-nunda, yaitu seorang istri ketika diajak suaminya ke tempat tidur, tetapi ia berkata, ‘nanti dulu’, sehingga suaminya tidur sendirian (HR Khatib). Dalam hadis lain dituturkan: Jika suami mengajak tidur istrinya, lalu sang istri menolak, yang menyebabkan sang suami marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat istri tersebut sampai pagi tiba (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, Bersih dan Suci. Haid adalah penyakit bulanan yang tidak suci, wanita yang sedang haid berarti tidak suci. Karenanya, para suami yang istri mereka sedang mengalami datang bulan dilarang mensetubuhinya selama waktu haid. Manakala darah haid sudah berhenti, maka wajib bagi wanita membersihkan tubuhnya dengan air.

Kemudian mengambil ‘secuil’ kapas atau kain, lalu melumurinya dengan kasturi atau bahan pewangi lainnya yang beraroma semerbak menawan, kemudian membilas bagian tubuh yang terlumuri darah saat haid, sehingga tidak ada lagi bau tak sedap pada tubuh sang wanita.

Dalam sebuah riwayat dari Aisyah Ra dituturkan, suatu hari, ada seorang wanita bertanya kepada Rasulullah SAW, tentang cara bersuci (membersihkan diri) sehabis datang bulan. Rasulullah SAW bertutur kepada wanita tersebut: Ambillah bahan pewangi dari kasturi. Bersihkan dirimu dengannya.

Wanita itu bertanya: Bagaimana caraku membersihkan tubuh? Rasulullah SAW menjawab: Bersihkan tubuhmu dari noda haid. Wanita itu bertanya lagi: Bagaimana caranya? Rasulullah SAW menjawab: Subhanallah, bersihkan dirimu! Aisyah Ra melanjutkan penuturannya: Aku lantas membisiki wanita itu, ‘Bilas tubuhmu yang terlumuri darah haidmu dengan pewangi kasturi’ (HR Bukhari).

Allah Azza wa Jalla juga menyatakan di dalam firman-Nya, bahwa syarat untuk melakukan hubungan badan ialah harus dalam kondisi suci. Kesucian tubuh dari ‘penyakit’ haid adalah demi mewujudkan seks sehat, sebagaimana firman-Nya: Mereka bertanya kepadamu tentang haid.

Katakanlah. Haid itu adalah kotoran (penyakit). Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri (QS. al-Baqarah/2: 222).
Rasulullah SAW juga mengingatkan kepada para suami, agar tidak menyetubuhi istri mereka dalam keadaan nifas dan haid.

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang bersenggama dengan wanita yang sedang haid, atau menyetubuhi wanita dari dubur (lubang anus)-nya, atau mendatangi paranormal (ahli tenung), dan mempercayai ramalannya, Maka sejatinya ia telah kufur (ingkar) dengan apa-apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW (HR Abu Daud). Dalam riwayat lain dituturkan, Rasulullah SAW bersabda: Datangilah istrimu dari arah depan atau dari arah belakang, tetapi awas (jangan menyetubuhi) pada dubur dan (jangan pula) dalam keadaan haid (HR Akhmad dan Tirmidzi).

Lain daripada itu, selain harus suci – tidak haid dan nifas – pasangan Muslim harus bersih-bersih diri sebelum bercinta, agar tubuh mereka bersih dan percintaan yang dilakukan sehat.

Ketiga, Bercinta Sesuai Aturan Syariat. Salah satu tujuan making love (bercinta) adalah untuk melahirkan keturunan. Dan proses kelahiran hanya terjadi manakala terjadi pembuahan sperma laki-laki dan perempuan dalam rahim. Karenanya, bercinta harus dilakukan dengan cara yang benar, yatitu melalui tempat yang semustinya, bukan melalui anus (dubur) maupun lisan (oral sex) – sebagaimana yang jamak dilakukan orang-orang yang memiliki kelainan seksual, serta orang yang tidak paham niali-nilai agama.

 Lain daripada itu, bersenggama tidak sesuai aturan sama halnya menafikan kehormatan wanita yang disetubuhinya. Dan cara seperti itu mustahil bisa melahirkan keturunan. Ajaran Islam memberi syarat, bahwa senggama harus ditempatkan pada tempat yang semustinya, yaitu vagina wanita, bukan melalui anus (dubur) atau mulut wanita (seks oral). Sebab percintaan yang dilampiaskan pada tempat selain vagina, mustahil dapat membuahkan keturunan. Oleh sebab itu, Allah Azza wa Jalla berfirman: Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki (QS. al-Baqarah/2: 223).

Keempat, Berhias Diri. Diantara syarat bercinta ialah masing-masing pasangan – suami istri – harus berhias diri untuk menyenangkan dan menggairahkan percintaan yang hendak dilakukan. Diantara cara berhias diri dalam bercinta adalah:
Mambagusi bagian tubuh, yang merupakan lima organ fitrah, sebagaimana dituturkan Rasulullah SAW: Lima hal yang termasuk fitrah (sesuci), yakni mencukur kumis, mencukur bulu ketiak, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, dan khitan.

Menggunakan wewangian, yang paling utama adalah kasturi. Dalam sebuah riwayat dituturkan, bahwa tatkala seorang sahabat yang memberitahu Rasulullah SAW tentang adanya seorang wanita yang memerciki cincinnya dengan kasturi, Rasulullah SAW bersabda: Kasturi adalah sebaik-baik wewangian.
Memakai celak, dan jenis celak terbaik ialah yang terbuat dari bahan itsmid. Abdullah bin Abbas meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya sebaik-baik celak kalian adalah yang terbuat dari bahan itsmid. Ia dapat menajamkan penglihatan, serta menumbuhkan rambut. Al-Qur’an juga mengisyaratkan anjuran berhias diri bagi kaum wanita, sebagaimana firman-Nya: Orang-orang yang meninggal dunia diantaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber-’iddah) empat bulan sepuluh hari.

Kemudian apabila telah habis ‘iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. (QS. al-Baqarah/2: 234) Sayyid Qutub dalam tafsirnya menjelaskan, bahwa redaksi al-Qur’an membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut adalah bukti otentik, dibolehkannya bagi kaum wanita untuk berhias diri, hal mana yang demikian itu dilakukan dengan tujuan agar datang lelaki meminangnya.

Kelima, Berdoa. Diantara etika seks dalam Islam ialah membaca doa sebelum melakukan persetubuhan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas dituturkan, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Jika salah seorang diantara kalian hendak mencampuri istrinya, maka hendaknya sebelum senggama membaca doa: Bismillah, Allahumma jannibnaa asy-syaithan, wa jannib asy-syaithana ma ruziqnaa (Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah jauhkanlah kami dari Setan.

Dan jauhkan setan dari apa-apa yang Engkau karuniakan kepada kami (anak keturunan). Dengan memanjatkan doa, diharapkan anak yang lahir dari buah percintaan tidak goyah diperdaya setan, akan tetapi serta selalu dekat kepada Allah. (Cara Berhubungan Intim )

Keenam, Mencari tempat bercinta yang nyaman dan merahasiakan apa yang terjadi diantara suami istri pada waktu bercinta. Diantara syarat bercinta dalam Islam ialah mencari tempat yang nyaman dan merahasiakan apa yang terjadi pada saat bercinta, baik istri maupun suami, tidak diperkenankan menceritakan ‘geliat’ percintaan yang dilakukannya kepada orang lain.

Dalam sebuah hadis riwayat Abu Said Khudri, ia menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: Selazimnya bagi kaum lelaki diantara kalian yang hendak memenuhi hajat biologisnya, mencari tempat yang nayaman, jauh dari hiruk pikuk keluarganya, dan menutup pintu rapat-rapat, serta mengenakan sehelai kain, barulah bercinta (bersetubuh).

Kemudian apabila telah selesai bercinta, hendaknya tidak menceritakan hubungan badannya kepada orang lain. Selazimnya bagi kaum wanita diantara kalian, yang hendak memenuhi hajat biologis, mencari tempat yang nyaman, menutup pintu rapat-rapat, dan mengenakan sehelai kain untuk menutup tubuhnya. Dan jika selesai memuaskan dahaga cinta, hendaknya tidak menceritakan hubungan intimnya kepada yang lain.

Salah seorang wanita berujar: Demi Allah, wahai utusan Allah, kebanyakan daripada kaum wanita menceritakan apa yang mereka alami saat senggama kepada yang lain, serta jamak melakukan percintaan di tempat terbuka. Rasulullah SAW berkata tegas. Janganlah kalian melakukan hal seperti itu – menceritakan sesuatu saat senggama dan bersetubuh di tempat terbuka, serta bertelanjang bulat.

Sebab perbuatan seperti itu, sama persisnya dengan perbuatan setan pria bertemu dengan setan wanita di tengah jalan, lalu bersetubuh di tempat terbuka, setelah setan pria selesai melampiaskan dahaga seksnya, lantas meninggalkan si wanita begitu saja. Rasulullah SAW juga meyerukan untuk mengenakan kain saat bercinta, sebagaimana sabdanya: Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla adalah maha lembut, maha malu, maha menutup diri. Dia mencintai rasa malu dan menutup aurat. Menutup aurat, tidak saja dalam ‘laku’ kehidupan di ruang publik, tetapi juga saat bercinta.

Ketujuh, Tidak bercinta saat melakukan iktikaf atau sedang dalam kondisi berihram. Orang yang sedang menjalankan iktikaf di masjid tidak boleh bersenggama, demikian pula orang yang sedang berihram, juga tidak boleh bercampur dengan pasangannya, sebagaimana diwartakan al-Qur’an: Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangnlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa (QS. al-Baqarah/2: 187). Usman bin Affan meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah SAW bertutur: Orang yang sedang melaksanakan ibadah Ihram tidak boleh bersenggama, maupun menikah atau melamar (HR Muslim). Dalam riwayat Turmudzi disebut dengan redaksi: Saat berihram dilarang bersetubuh.

Kedelapan, tidak bercinta dengan istri yang sedang datang bulan (haid). Ajaran Islam melarang pasangan suami istri bercinta saat sang istri sedang datang bulan. Sebab haid adalah penyakit, dikhawatirkan bayi yang lahir dari buah senggama pada kondisi seperti itu akan tidak sempurna (cacat). Allah menjelaskan dalam al-Qur’an: Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereke, sebelum mereka suci.

Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan meyukai orang-orang yang mensucikan diri (QS. al-Baqarah/2: 222). Ajaran Islam juga melarang suami menggauli istrinya ketika dalam keadaan nifas – usai melahirkan. Alasannya jelas, bahwa bercinta dalam ajaran Islam adalah termasuk laku ibadah, karenanya harus dilakukan pada waktu kondisi baik. ( Cara Berhubungan Intim Menurut Islam )

Kesembilan, memperhatikan kondisi fisik. Waktu yang paling tepat untuk melakukan hubungan badan adalah saat kondisi fisik dalam keadaan fit (segar bugar), yakni pencernaan makanan lancar, tensi tubuh seimbang antara panas dan dingin, kondisi perut tidak kenyang dan tidak lapar. Sebab bersenggama dalam keadaan tubuh tidak fit, pencernaan makanan tidak lancar, tensi tubuh terlalu panas maupun terlalu dingin, perut terlalu lapar maupun kenyang, akan membuat hububgan badan kehilangan maknanya, dan tidak bisa dinikmati bahkan melahirkan madharat (mara bahaya).

Bersenggama dalam keadaan perut lapar lebih berbahaya ketimbang perut dalam keadaan kenyang. Lain daripada itu, tidak akan bisa merengkuhi nikmat senggama, lebih-lebih memberi kepuasan seksual kepada pasangan hidup. Rasulullah SAW bersabda: Jika seseorang diantara kamu bersenggama dengan istrinya, hendaklah ia lakukan dengan penuh kesungguhan.

Kemudian, kalau ia telah menyelesaikan kebutuhannya sebelum istri mendapatkan kepuasan, maka janganlah ia buru-buru mencabut (kemaluannya), sampai istrinya menemukan kepuasan (HR Abdul Razaq). Demikian artikel tentang Cara Berhubungan Intim Menurut Islam semoga bermanfaat.

Cara Seks Menurut Agama Islam

Cara Seks Menurut Agama Islam



Di dalam kitab fiqih Al-fiqhul Islami Wa Adillatuhu karya Dr. Wahbah Az-Zuhaili, Disebutkan bahwa:
Sebelum melakukan hubungan', pasangan suami istri itu membaca Basmalah. Atau membaca surat Al-Ikhlas (Qul Huwallahu ahad). Juga di sunnahkan untuk bertakbir, mengucapkan laa ilaaha illallah, serta mengucapkan doa (pilih salah satu):"Bismillahil 'aliyyil 'azhim. Allahummaj'al-ha dzurriyyatan thayyibah. In kunta Qaddarta an takhruja dzalika min shulbi." (Dengan nama Allah Yang Maha Tinggi dan Agung. Ya Allah, jadikanlah dia keturunan yang baik, jika Engkau menetapkannya keluar dari sulbiku.)
Allahumma jannibnisy syaithana wa jannibisy syaithana maa razaqtani(HR Abu Daud). (Artinya: Ya Allah, jauhkanlah aku dari syetan dan jauhkanlah syaitan dari apa yang Engkau rizqikan kepadaku).

Tidak menghadap kiblat, sebagai bentuk penghormatan kepada ka'bah yang mulia. Mengenakan sesuatu menutupi tubuhnya. Sebagaimana hadits berikut ini Dari 'Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima'), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)

Dimulai dengan mula'abah (percumbuan), berpelukan atau mencium.  Bila telah selesai, janganlah terburu-buru untuk menyudahi nya. Karena boleh jadi masing-masing tidak sama waktunya.  Di makruh kan untuk memperbanyak percakapan pada saat sedang melakukannya. Dan sebaiknya tidak meninggalkannya lebih dari 4 hari tanpa udzur. Bila hendak mengulangi lagi, hendaklah mencuci farajnya (kemaluan) dan berwudhu' lagi. Sebab dengan demikian, bisa memberikan kekuatan baru. Tidak disunnahkan untuk melakukannya pada hari-hari tertentu seperti Senin atau Jumat. Meski memang ada sebagian ulama yang mengajurkan nya di hari Jumat.

HARAM melakukan jima' di dubur:
Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita di duburnya". (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai)
Dari Amru bin Syu'aib berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang menyetubuhi wanita di duburnya sama dengan melakukan liwath (sodomi) kecil.. (HR Ahmad)

HARAM melakukan jima' dengan istri yang sedang mendapat haidh. Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah, "Haidh itu adalah suatu kotoran." Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci . Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.. (QS Al-Baqarah: 222)

Apabila bercumbu tidak sampai jima', para ulama berbeda pendapat menjadi tiga:
Pertama, hukumnya tetap haram walau sekedar bercumbu saja. Alasannya untuk mencegah bila sampai terjadi jima' yang sebenarnya. Mereka mendasarkannya sebagai langkah saddan lidz-dzari'ah, atau tindakan preventif.
Kedua, membolehkan percumbuan asal tidak sampai kepada jima'. Dasarnya adalah hadits berikut ini. Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang laki-laki yang mencumbui istrinya saat haidh, "Lakukan segala sesuatu kecuali nikah/jima'. (HR Jamaah kecuali Bukhari - Nailul Authar)
Ketiga, boleh buat orang tua tapi haram buat pemuda. Atau boleh buat mereka yang mampu menahan gejolak syahwat tapi haram bagi mereka yang tidak mampu menahannya.

Dibolehkan melakukan 'azl asalkan atas seizin istrinya.
Azl itu adalah mencabut kemaluan sesaat sebelum terjadinya ejakulasi, agar tidak sampai terjadi pembuahan. Praktek ini terjadi di masa sahabat di mana Rasulullah SAW mengetahuinya, dan beliau mendiamkan nya. Para ulama membolehkan hukum 'azl ini, sebab pada prinsipnya memang tidak ada larangan untuk itu. Asalkan istri rela menerimanya.
Dari Jabir berkata, ”Kami melakukan ‘azl di masa Nabi saw sedang Al-Qur’an turun. (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Jabir berkata: ”Kami melakukan ’azl di masa Rasulullah saw, dan Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya” (HR muslim).

Namun Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah serta beberapa ulama lainnya memakruhkan 'azl, lantaran Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa 'azl itu termasuk pembunuhan yang tersembunyi. Namun Imam Al-Ghazali memandang bahwa 'azl itu dibolehkan bila memang ada alasannya, seperti banyak anak dan sebagainya.


Atas dasar kebolehan melakukan 'azl inilah para ulama membolehkan pasangan suami istri meminum obat penunda kehamilan (kontrasepsi), asalkan bersifat temporal. Namun bila bersifat terus menerus, mereka mengharamkannya.

Gambar Gaya Bercinta Paling Hot yang disukai para Wanita

Gambar Gaya Bercinta Paling Hot yang disukai para WanitaHubungan intim yang menggairahkan biasanya melibatkan berbagai variasi ketika bercinta. Karena itu kami ingin membagikan aneka posisi favorit dalam berhubungan intim. Tujuannya hanya agar kehidupan seksual pasangan suami istri tak jadi jenuh dan semakin indah..

Wanita menyukai seks. Bahkan, sebagian menginginkan lebih sering bercinta daripada pasangannya. Beberapa posisi seks sangat digilai wanita karena posisi tersebut menciptakan keseimbangan sempurna antara kesulitan dan kesenangan maksimal. dari sekian banyak gambar gaya bercinta yang diperkenalkan oleh kitab Kama Sutra, berikut beberapa gaya ngeseks favorit kaum hawa:







Private Lap Dance
Kebanyakan wanita senang posisi di atas untuk satu alasan, yakni membuatnya merasa bertanggung jawab terhadap kepuasan pria. Usaha selama berhubungan seks itu baginya bagai afrodisiak yang memabukkan.

Berada di atas tidak terbatas pada satu gaya. Anda bisa mencoba teknik berikut: pihak pria berbaring telentang dan pihak wanita melingkari pinggang Anda dengan kedua kakinya, sebelum penetrasi. Bantu ia bergerak seimbang dengan memegang pinggulnya sementara ia menunggangi Anda.

Jika ia tidak menikmati gaya ini, bisa jadi karena merasa overexposed selama hubungan seks, atau mungkin kakinya terlalu pendek untuk bisa nyaman beraksi. Teknik lain untuk menyiasatinya, adalah bercinta sofa. Tekniknya, pihak pria duduk bersandar, dan pihak wanita duduk mengangkanginya. Teknik ini memungkinkannya memberikan orgasme maksimal untuk Anda.





Stand at erection
Teknik nya, pihak wanita duduk di atas permukaan yang tingginya sejajar dengan pinggang Anda, seperti meja dapur, mesin cuci, kap mobil, dan sebagainya. Kesenangan akan lebih maksimal jika kedua kakinya dibuka lebar untuk bisa melingkari pinggang Anda.
Teknik ini akan menempatkan Miss V-nya berhadapan langsung dengan pangkal paha Anda, dan memudahkan Anda untuk penetrasi dalam, sehingga meningkatkan peluangnya menikmati orgasme G-spot.

Spooning it
Posisi sendok membuat seks makin hebat. Tak heran jika posisi ini benar-benar di gilai wanita. Serang lah ia dari belakang tubuhnya. Wanita suka saat kulit punggungnya bersentuhan dengan dada pria. Nah dalam posisi sendok, selain dia merasa sangat nyaman, Anda pun bisa bermain dengan payudara dan klitoris nya.




Comfort zone 
Lebih dikenal sebagai posisi misionaris. Teknik nya, pihak wanita berbaring telentang, menyebarkan kakinya dengan lutut Anda di antara kedua pahanya, minta ia untuk melipat jari-jemari tangan dan meletakan nya di belakang kepalanya. Kemudian, tunjukkan padanya serangan yang bisa Anda buat selama ia menguasai permainan.



Stoop doggy dog
Pihak wanita memang menyukai posisi seks di mana ia membungkuk atau dalam posisi merangkak dan Anda penetrasi dari belakang. Tapi ia makin suka di mana selama beraksi dari belakang, Anda turut menindih tubuhnya (bukan berdiri sambil melipat kaki) sambil memainkan jari-jemari Anda di antara paha dan klitorisnya.

Posisi Hubungan Seks agar cepat hamil dan Punya Anak

Posisi Hubungan Seks agar cepat hamil dan Punya Anak

Posisi Hubungan Seks agar cepat hamil dan Punya Anak

Memiliki anak bagi pasangan suami istri adalah sesuatu yang sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu. Untuk mendapatkan anak kedua belah pihak baik suami dan isteri harus melakukan suatu kegiatan untuk memperoleh keturunan yaitu kegiatan melakukan hubungan seks. Hubungan seks bermanfaat tidak hanya untuk kesenangan saja namun juga untuk reproduksi yang menghasilkan anak. namun bagi anda yang sampai saat ini belum juga di karunia anak, sepertinya anda patut mencoba dan mengubah posisi bercinta yang selama ini anda dan pasangan lakukan. Beberapa penelitian menyebutkan. bahwa posisi bercinta yang tepat dapat membantu sperma bertemu sel telur dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Untuk mempercepat kehamilan maka keharusan yang dilakukan adalah mempersiapkan kondisi mental dengan cara berpikir positif serta meningkatkan kebugaran fisik dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi serta olah fisik yang tepat. Selain itu ada tips-trik akan sangat bermanfaat, yang bisa dilakukan sebagai penutup kekurangan diatas. Yakni dengan cara memaksimalkan posisi bersenggama yang tepat, akan memaksimalkan pertemuan sperma dan sel telur.

Hubungan seksual adalah salah satu aktifitas yang dilakukan secara spontan pada pasangan suami istri. Kegiatan ini selayaknya dilakukan dalam suasana yang santai dan juga romantis. Saat masa subur tiba dan direncanakan untuk berhubungan intim, sediakanlah waktu yang cukup. Jika selesai aktifitas dari suatu pekerjaan, istirahatlah terlebih dahulu untuk memberi waktu menyegarkan tubuh. Mandi bisa jadi suatu cara agar tubuh menjadi segar kembali. Jika masa subur jatuh pada akhir pekan, sebuah liburan ke luar kota dengan perjalanan yang tidak melelahkan dapat menjadi suatu alternatif suasana agar tidak terjadi. Jagalah mood dan bersikaplah santai, jangan terlalu stres dalam melakukan hubungan seksual, misalnya memikirkan apakah”kegiatan” kali ini akan membuahkan suatu kehamilan. 

Terkadang untuk melalui tahap proses yang pertama pasangan pengantin yang baru menikah mengalami kesulitan pada malam pertama. Kesulitan tersebut dapat memicu pertengkaran dan emosi jika masalah tersebut tidak cepat diselesaikan. Sebagian wanita perawan sulit untuk ditembus untuk diperawani pada malam pertama karena selaput dara pada vagina masih utuh dan ukuran penis pria yang umumnya besar dapat menyulitkan proses hubungan seks pertama kali. Apalagi si perempuan yang masih gadis tersebut merasa sudah ketakutan duluan dan merasa sakit ketika hendak ditembus. 

Untuk menembus keperawanan seorang istri yang masih gadis sebaiknya dilakukan pada posisi ini :
  1. Sebelumnya lakukan kegiatan pemanasan / foreplay yang membuat si istri terangsang sehingga kemaluan / vagina istri basah.
  2. Istri ter lentang tiduran biasa dengan kedua kaki agak sedikit di lebarkan ke samping sekitar 30 s/d 45 derajat (bukan ngangkang). Kali tidak ditekuk ke atas tetapi bisa lurus atau sedikit ditekuk ke samping kiri kanan.
  3.  Suami menindih istri (tangkurap di atas tubuh istri) dengan pinggul berada di depan selangkangan istri dengan posisi penis berada di depan liang / lubang vagina. Posisi badan bisa menempel tubuh istri maupun tidak menempel.
  4. Atur posisi yang enak sebelum penetrasi penis ke vagina, jika perlu suami sangga badan sendiri dengan tangan agar tidak memberatkan istri. Si istri membantu suami dengan mengarahkan penis ke lubang kemaluannya.
  5. Suami lalu menyodokkan penis ke arah vagina istri secara perlahan dan jangan terlalu dipaksa karena bisa membuat istri trauma. Awalnya mungkin istri akan mengalami kesakitan hebat dan menangis karena selaput dara pada vagina sobek dan berdarah ketika penis masuk untuk yang pertama kali. Tenangkan istri hingga rileks dan siap melanjutkan hubungan suami istri.
  6.  Mulai lagi tahap nomor 5 (lima) secara pelan-pelan karena jika sudah on atau horni vagina istri akan basah dan memudahkan penis untuk masuk lebih dalam. Jangan memaksa masuk lebih dalam jika istri kesakitan.
  7. Jika sudah berhasil keluar masuk dengan lancar maka gerakan maju mundur bisa dipercepat yang nantinya akan menimbulkan orgasme suami yang menyemburkan sperma ke dalam vagina atau rahim istri. Jangan ubah posisi dulu dan lakukan posisi ini saja selama malam pengantin / malam pertama.
  8. Setelah kegiatan senggama / hubungan seks berhasil memecahkan keperawanan istri dan menyalurkan sperma suami ke istri maka istri jangan langsung bersih-bersih. Pantat istri harus diganjal bantal sambil tiduran dan usahakan agar sperma tidak banyak mengalir keluar vagina. Jumlah sperma yang banyak dibutuhkan untuk membuahi sel telur di dalam sistem reproduksi istri. Lakukan selama 15 s/d 30 menit baru boleh beres-beres tetapi jangan dibersihkan ketika mandi. Cukup bersihkan permukaan vagina saja, jangan di lubang. Mungkin nanti cairan sperma akan masih sering meleleh ke luar, biarkan saja karena itu normal.
  9. Pada hubungan intim selanjutnya bisa dicoba posisi lain yang mudah. Ingat istri bukan wanita penghibur sehingga tidak bisa melakukan posisi yang ekstrim dan sulit. Posisi seks mengangkang pun belum tentu bisa dinikmati istri. Posisi yang mudah hanya posisi yang telah dijelaskan di atas. Posisi tersebut juga memudahkan sperma membuahi sel telur untuk mendapat kehamilan.






Agar mempercepat kehamilan tentuTargetnya adalah melakukan posisi terbaik untuk melepaskan sperma sedekat mungkin dengan leher rahim.
Tips pertama bicara posisi terbaik untuk hamil adalah hindari posisi yang paling sedikit membuka leher rahim untuk masuknya sperma dan posisi melawan gravitasi, seperti standing up, sitting down, atau woman on top.
Paha pihak wanita harus diposisikan dalam cara yang memungkinkan sperma bertahan di dalam Miss V setelah dilepaskan. Jadi, sperma punya cukup waktu untuk “berenang” menuju leher rahim mencari sel telur. Selanjutnya, usahakan untuk membatasi jumlah sperma yang mengalir keluar dari Miss V.


Ada beberapa posisi yang dianjurkan untuk memperbesar kemungkinan sperma supaya tinggal lebih lama di dalam agar terjadi pembuahan dari sel telur, seperti :
  1. Angkatlah tubuh wanita sedemikian rupa (kedua kaki wanita bersandar pada kedua pundak pria) sehingga letak liang vagina dalam posisi tegak lurus. Posisi ini menjamin agar sperma yang disemprotkan itu bisa tertampung langsung di atas ujung liang vagina dekat leher rahim.
  2. Posisi dimana pria diatas wanita sambil mengganjal panggul wanita
    dengan sebuah bantal berukuran kecil atau sedang. Posisi inipun memungkinkan sperma akan mengendap lebih lama dan memiliki kesempatan untuk berenang melalui leher rahim.
  3. Dianjurkan untuk tidak menggunakan bantal yang terlalu besar. Hal ini merugikan karena sperma yang masuk akan tergengan di belakang leher rahim, sebelum akhirnya terbuang keluar.
  4. Posisi doggie style yaitu dimana  pria melakukan penetrasi dari belakang wanita. Sikap tubuh ini  selain memungkinkan penyusupan yang mendalam juga memuaskan ke dalam lubang vagina. Hal ini juga dianjurkan bagi wanita yang memiliki kelainan posisi rahim atau rahim terbalik. Posisi ini memudahkan semburan cairan semen berisi sperma masuk kedalam rahim.

Usahakan setelah ejakulasi antar pasangan terjadi, selama 10-20 menit agar wanita tetap dalam posisi berbaring. Janganlah beranjak dulu dari sikap tiduran ini karena dalam menit waktu ini cairan semen akan mencair, dan jika wanita bangkit cairan semen akan mengalir kembali ke vagina dan suasana asam membuat sperma melemah dan mati. Hal ini juga merupakan suatu upaya agar kesuburan seorang wanita dapat terjaga dengan baik.

Berikut posisi bercinta Kama Sutra yang baik agar cepat hamil, seperti dilansir The Times of India.

  • The missionary position atau posisi pria di atas ( man on the top ) adalah posisi terbaik agar cepat hamil. Hal ini disebabkan, posisi ini memungkinkan untuk terjadinya penetrasi lebih dalam, sehingga memungkinkan bagi sperma untuk mendapatkan pangkal terdekat dengan leher rahim. Karena, posisi ini memungkinkan penetrasi paling dalam sehingga sperma bisa mudah mendekati leher rahim.
  • Raise the hips, Anda bisa mencoba posisi bercinta dengan menaikkan pinggul istri Anda dengan meletakkan bantal di bawah pinggang pasangan.  Dengan menaiki paha bisa dilakukan dengan menempatkan bantal di belakang pihak wanita. Posisi ini sangat membantu karena membuka leher rahim dengan maksimal untuk memberi akses semen dilepaskan ke dalamnya. Posisi ini diyakini membantu pembuahan karena langsung menghadap rahim wanita saat sperma dilepaskan.
  • Doggy-style, Rear-entry position di mana pria memasuki wilayah genital wanita lewat belakang. Posisi wanita membelakangi pria ini juga memberikan rangsangan kepada wanita dan dianggap menjadi posisi yang dianjurkan. Dalam posisi ini, sperma dilepaskan ke bagian paling dekat dengan rahim, sehingga membantu meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan / kehamilan.
  • Side-by-side, Anda juga patut mencoba sensasi saat berbaring bersebelahan dengan tubuh saling menghadap. Posisi ini memungkinkan penyingkapan maksimal dari leher rahim untuk menerima sperma. Posisi ini menyebabkan terjadinya pembuahan .
  • Orgasme. Saat tak ada lagi usaha yang bisa dijalani dengan posisi seks yang membantu pasangan Anda untuk lebih cepat hamil, tetap ada penelitian yang menegaskan pentingnya orgasme wanita untuk kehamilan. Menurut kajian, orgasme wanita memungkinkan adanya kontraksi yang bisa mendorong sperma menuju leher rahim.

Ketika suasana hati telah pas dan waktunya juga tepat untuk melakukan hubungan seksual, Anda perlu mengatur posisi dan persiapan agar acara bercinta yang dilakukan membuahkan hasil. Berikut ini tips dari para ahli.
  1. Manfaatkan gravitasi. Agar bisa hamil, posisi saat bercinta harus sedemikian rupa sehingga sperma bisa mencapai area leher rahim dengan mudah, sehingga kesempatannya untuk membuahi sel telur jadi lebih besar. Manfaatkan gaya gravitasi untuk membantu tercapainya "misi" ini. Misalnya dengan mengangkat bokong atau kaki ke atas, atau menyandarkannya di dinding. Selain itu, Anda juga bisa menaruh bantal di bagian bawah pinggul saat bercinta dengan posisi misionari, sehingga posisinya jadi sedikit terangkat.
  2. Ketahui posisi bercinta yang tepat. Selain posisi bokong, kaki, dan pinggul, yang perlu diketahui selanjutnya adalah posisi bercinta. Posisi misionari (pria di atas) adalah posisi paling baik agar bisa cepat hamil. Sebagai variasi, Anda juga bisa mencoba posisi doggy-styleatau posisi menyamping. Tiga posisi ini memungkinkan terjadinya penetrasi lebih dalam, sehingga sperma bisa masuk ke area leher rahim dengan mudah dan kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih besar. Sementara itu, posisi yang tidak dianjurkan adalah woman on top atau wanita di atas, karena dengan demikian sperma pria akan dengan segera keluar dari leher rahim.
  3. orgasme. Riset menunjukkan bahwa wanita yang mengalami orgasme dan menikmati hubungan intimnya akan mampu lebih lama menyimpan sperma di dalam tubuhnya. Hal ini berhubungan dengan kontraksi otot yang terjadi saat Anda mengalami orgasme, sehingga sperma akan tertahan lebih lama. 
  4. Jangan terburu-buru. Meski Anda memang sangat ingin memiliki bayi, bukan berarti kenikmatan bercinta itu dilupakan begitu saja. Nikmati setiap menit yang Anda lewatkan bersama pasangan. Setelah ejakulasi, biarkan Mr P di dalam selama beberapa menit, kemudian barulah perlahan dikeluarkan. Setelah usai bercinta, jangan terburu-buru turun dari tempat tidur. Tetaplah berbaring, ambil posisi menyamping, lalu tarik kedua lutut ke arah perut, sehingga seperti meringkuk. Taruh bantal di bawah pinggul, lalu rilekskan diri dalam posisi seperti ini.
  5. Latih otot dasar panggul. Otot dasar panggul yang kuat adalah modal utama wanita -tidak hanya untuk memuaskan pasangan saat bercinta, namun juga untuk menyukseskan misi memiliki anak.

Selain itu agar mempercepat proses kehamilan, perhatikan juga hal – hal berikut ini:
  • Timing adalah segalanya - Tahu kapan harus melakukan hubungan sex adalah salah satu kunci utama keberhasilan dalam kehamilan. Kehamilan terjadi jika sel telur berhasil dibuahi sperma. Jadi penting untuk mengetahui waktu ovulasi sang wanita. Perhatikan siklus menstruasi dan catat tanggal haid terakhir wanita. Jika ia memiliki siklus menstruasi 28 hari , maka kemungkinan besar sang istri akan berovulasi pada hari ke-14. Saat ini beberapa alat tes ovulasi juga tersedia di apotik. Sangat berguna untuk kapan menghitung masa subur sang istri.
  • Kurangi Stress - Ambil napas dalam-dalam dan rileks. Stres tidak baik bagi wanita dan calon bayi- sebelum, selama, atau setelah kehamilan. Terlalu banyak stres dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, berat bayi ketika lahir tidak normal dan kemungkinan terjadinya keguguran meningkat. Sikap mental yang positif ketika hamil sama pentingnya dengan kesehatan fisik Anda.
  • Apa yang bisa dilakukan Pria ? - Teknik sederhana yang dapat dilakukan pria adalah untuk membangun kuantitas sperma, sehingga pada saat berhubungan badan ( sebaiknya sebelum wanita ovulasi) ia dapat memberikan kuantitas maksimum sperma yang sehat. Cobalah untuk tidak berhubungan selama 3-5 hari sebelum wanita berovulasi. Membangun jumlah sperma sebelum ovulasi dan melakukan hubungan seks selama waktu ovulasi merupakan salah satu tips agar cepat hamil dan memperbesar peluang terjadinya kehamilan
  • Posisi seks apa yang cocok ? - Ketika tujuan kita adalah agar cepat hamil, beberapa posisi lebih baik dari yang lain. Tidak semua posisi sama. Posisi pria di atas adalah yang terbaik ketika konsepsi karena alasan sederhana bahwa sperma akan lebih mudah menemukan jalan ke leher rahim. Segera setelah pria ejakulasi, pinggul wanita sebaiknya didukungkan ke bantal kecil agar posisinya sedikit lebih tinggi dan sperma bisa berada di leher rahim setidaknya beberapa saat lebih lama.
  • Hindari Alkohol dan Rokok - Sebaiknya katakan tidak untuk rokok, alkohol. Mulai hari anda dengan gaya hidup sehat, makanan bergizi dan olahraga teratur. Pastikan kondisi tubuh anda fit secara umum. Untuk pria, kurangi berendam di bak mandi air panas dalam waktu yang lama karena panas dapat merusak produksi sperma.
  • Cobalah untuk menjaga berat badan anda seideal mungkin. Ini tidak hanya akan membantu agar cepat hamil, tetapi juga akan membuat kehamilan lebih mudah.
Banyak mitos mengatakan bahwa pada saat usia tua wanita tidak bisa hamil lagi.
Sulit untuk menentukan usia angka yang tepat untuk menentukan apakah anda sudah terlalu tua untuk hamil. Jika seorang ibu berusia 45 tahun, tapi kesehatan tubuh masih baik, dan masih berovulasi, maka ia tetap memiliki peluang untuk hamil. Di sisi lain, jika sang ibu 38 tahun, kondisi badan tidak sehat dan tidak berovulasi teratur, maka peluang untuk mengandung akan kecil. Ini situasi yang bervariasi untuk tiap individual. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat.
  1. Jangan terlalu percaya dengan semua mitos yang berkembang di masyarakat karena tidak semuanya benar.
  2. Tidak perlu panik karena sebenarnya masalah kandungan masih bisa diatasi apabila kita memiliki dasar pengetahuan yang benar mengenai tubuh anda dan proses kehamilan.
  3. Tetap berusaha dan doa kepada-Nya agar usaha mendapatkan karunia anak ditengah keluarga bisa direstui.

Saya berharap sedikit tulisan tentang Posisi Hubungan Seks agar cepat hamil dan Punya Anak ini bisa bermanfaat bagi pembaca semuanya. Dan saya turut mendoakan semua pasangan suami istri yang sedang berusaha untuk menunggu datangnya sibuah hati. Saya turut merasa senang jika nanti anda akhirnya berhasil mendapatkan anak yang sudah ditunggu-tunggu. Percayalah bahwa usaha anda tidak sia-sia. Sukses..!!


Cara Bersetubuh dan posisi seks Menurut Islam

Cara Bersetubuh dan posisi seks Menurut Islam

Cara Bersetubuh dan posisi seks Menurut Islam


Dalam postingan sebelumnya blog ini sudah menampilkan Gambar Kamasutra - Posisi Hubungan Intim Suami Isteri. Lalu bagaimana cara berhubungan intim dalam ajaran Islam? Ada aturan aturan saat pasangan suami isteri hendak melakukan senggama atau hubungan intim atau bersetubuh. Menjadi pasangan pengantin baru merupakan kebahagian tersendiri bagi kedua mempelai. Rasa bahagia itu begitu menyentuh qalbu yang paling dalam, hati seakan tak mampu menampung rasa bahagia yang telah meluap memenuhi relung hati. Namun begitu, kebahagian menjadi pengantin baru akan terasa lebih sempurna tatkala telah melewati kebersamaan dimalam pertama dengan penuh cinta.

Malam dimana seseorang bisa menyalurkan hasratnya saat Bercinta melalui jalan yang diridhai Allah. Sehingga, dengannya tak sekedar kenikmatan yang diperoleh tapi juga pahala dapat diraih. Nilai pahala akan lebih bertambah seiring bertambahnya rasa kasih dan sayang antara kedua mempelai manakala berhias dengan adab-adab saat menuju peraduan cinta, sebagaimana yang dituntunkan Nabi shallallahu a’laihi wasallam sebagai pembawa syariat Islam yang sempurna.

Diantara adab-adab cara bersetubuh dalam islam adalah sebagai berikut :

Sebelum bermalam pertama, sangat disukai untuk memperindah diri masing-masing dengan berhias, memakai wewangian, serta bersiwak.

Berdasarkan sebuah hadits dari Asma’ binti Yasid radhiyallaahu ‘anha ia menuturkan, “Aku merias Aisyah untuk Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam. Setelah selesai, aku pun memanggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun duduk di sisi Aisyah. Kemudian diberikan kepada beliau segelas susu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminum susu tersebut dan menyerahkannya pada Aisyah. Aisyah menundukkan kepalanya karena malu. Maka segeralah aku menyuruhnya untuk mengambil gelas tersebut dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” [HR Ahmad, sanad hadits ini dikuatkan oleh Al-Allamah Al-Muhadits Al-Albani dalam Adabul Zifaf].

Adapun disunnahkannya bersiwak, karena adab yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau selalu bersiwak setiap setiap hendak masuk rumah sebagaimana disebutkan oleh Aisyah radhiyallaahu ‘anha dalam Shahih Muslim. Selain itu akan sangat baik pula jika disertai dengan mempercantik kamar pengantin sehingga menjadi sempurnalah sebab-sebab yang memunculkan kecintaan dan suasana romantis pada saat itu.

Hendaknya suami meletakkan tangannya pada ubun-ubun istrinya seraya mendoakan kebaikan dengan doa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan :

اللّهمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya (istri) dan kebaikan tabiatnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan tabiatnya.”[HR. Bukhari dari sahabat Abdullah bin Amr bin Al Ash radhiyallaahu 'anhu].

Disunnahkan bagi keduanya untuk melakukan shalat dua rakaat bersama-sama. Syaikh Al Albani dalam Adabuz Zifaf menyebutkan dua atsar yang salah satunya diriwayatkan oleh Abu Bakr Ibnu Abi Syaiban dalam Al-Mushannaf dari sahabat Abu Sa’id, bekat budak sahabat Abu Usaid, beliau mengisahkan bahwa semasa masih menjadi budak ia pernah melangsungkan pernikahan. Ia mengundang beberapa sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzarr, dan Hudzaifah.

Abu Sa’id mengatakan, “Mereka pun membimbingku, mengatakan, ‘Apabila istrimu masuk menemuimu maka shalatlah dua rakaat. Mintalah perlindungan kepada Allah dan berlindunglah kepada-Nya dari kejelekan istrimu. Setelah itu urusannya terserah engkau dan istrimu. “Dalam riwayat Atsar yang lain Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu mengatakan, perintahkan isrtimu shalat dibelakangmu.”

Ketika menjumpai istri, hendaknya seorang suami berprilaku santun kepada istrinya semisal dengan memberikan segelas minuman atau yang lainnya sebagimana dalam hadits di atas, bisa juga dengan menyerahkan maharnya. Selain itu hendaknya si suami untuk bertutur kata yang lembut yang menggambarkan kebahagiaannya atas pernikahan ini. Sehingga hilanglah perasaan cemas, takut, atau asing yang menghinggapi hati istrinya. Dengan kelembutan dalam ucapan dan perbuatan akan bersemi keakraban da keharmonisan di antara keduanya.

Apabila seorang suami ingin menggauli istrinya, janganlah ia terburu-buru sampai keadaan istrinya benar-benar siap, baik secara fisik, maupun secara psikis, yaitu istri sudah sepenuhnya menerima keberadaan suami sebagai bagian dari dirinya, bukan orang lain. Begitu pula ketika suami telah menyelesaikan hajatnya, jangan pula dirinya terburu-buru meninggalkan istrinya sampai terpenuhi hajat istrinya. Artinya, seorang suami harus memperhatikan keadaan, perasaan, dan keinginan istri. Kebahagian yang hendak ia raih, ia upayakan pula bisa dirasakan oleh istrinya.

Bagi suami yang akan menjima’i istri hanya diperbolehkan ketika istri hanya diperbolehkan ketika istri tidak dalam keadaan haid dan pada tempatnya saja, yaitu kemaluan. Adapun arah dan caranya terserah yang dia sukai. Allah berfirman yang artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, “Haid itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kalian menjauhi (tidak menjima’i) wanita diwaktu haid, dan janganlah kalian mendekati (menjima’i) mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu pada tempat yang diperintahkan Allah kepad kalian (kemaluan saja). Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat itu bagaimana saja kalian kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk diri kalian, bertakwalah kepada Allah, ketahuilah bahwa kalian kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman.” [Q.S. Al Baqarah: 222-223].

Ingat, diharamkan melalui dubur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Barang siapa yang menggauli istrinya ketika sedang haid atau melalui duburnya, maka ia telah kufur dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.” [HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan yang lainnya, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud]. Kata ‘kufur’ dalam hadits ini menunjukkan betapa besarnya dosa orang yang melakukan hal ini. Meskipun, kata para ulama, ‘kufur’ yang dimaksud dalam hadits ini adalah kufur kecil yang belum mengeluarkan pelakunya dari Islam.

Telah kita ketahui bersama bahwa syaitan selalu menyertai, mengintai untuk berusaha menjerumuskan Bani Adam dalam setiap keadaan. Begitu pula saat jima’, kecuali apabila dia senantiasa berdzikir kepada Allah. Maka hendaknya berdo’a sebelum melakukan jima’ agar hal tersebut menjadi sebab kebaikan dan keberkahan. Do’a yang diajarkan adalah:

بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaithan dan jauhkanlah syaithan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.”[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallaahu 'anhu]. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa seandainya Allah mengkaruniakan anak, maka syaithan tidak akan bisa memudharati anak tersebut. Al Qadhi menjelaskan maksudnya adalah syaithan tidak akan bias mearsukinya. Sebagaimana dinukilkan dari Al Minhaj.

Diperbolehkan bagi suami dan istri untuk saling melihat aurat satu sama lain. Diperbolehkan pula mandi bersama. Dari Aisyah radhiyallaahu ‘anha berkata, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana dan kami berdua dalam keadaan junub.” [HR. Al Bukhari dan Muslim.]

Diwajibkan bagi suami istri yang telah bersenggama untuk mandi apabila hendak shalat. Waktu mandi boleh ketika sebelum tidur atau setelah tidur. Namun apabila dalam mengakhirkan mandi maka disunnahkan terlebih dahulu wudhu sebelum tidur. Berdasarkan hadits Abdullah bin Qais, ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Aisyah, ‘Apa yang dilakukan Nabi ketika junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur sebelum mandi?’ Aisyah menjawab, ‘Semua itu pernah dilakukan Rasulullah. Terkadang beliau mandi dahulu kemudian tidur dan terkadang pula beliau hanya wudhu kemudian tidur.”[HR. Ahmad dalam Al Musnad]

Tidak boleh menyebarkan rahasia ranjang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya diantara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang mendatangi istrinya dan istrinya memberikan kepuasan kepadanya, kemudian ia menyebarkan rahasianya.” [HR. Muslim dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallaahu 'anhu]

Dari poin-poin yang telah dijelaskan nampaklah betapa agungnya kesempurnaan syariat Islam dalam mengatur semua sisi kehidupan ini. Sehingga pada setiap gerak hamba ada nilai ibadah yang bisa direngkuh pahalanya. Tidak sekedar aktivitas rutin tanpa faedah, tak semua pemenuhan kebutuhan tanpa hikmah. Oleh sebab itu tak ada yang sia-sia dalam mengikuti aturan Ilahi dan meneladani sunnah Nabi. Semuanya memiliki makna serta mengandung kemaslahatan, karena datangnya dari Allah Dzat Yang Maha Tinggi Ilmu-Nya lagi Maha sempurna Hikmah-Nya. Maka dari itu syariat yang Allah turunkan selaras dengan fitrah hamba-Nya sebagai manusia, sebagimana disyariatkan pernikahan.


Kesempurnaan syariat Islam ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Allah terhadap hamba-Nya melebihi perhatian hamba terhadap dirinya sendiri. Oleh karenanya, hendaklah setiap hamba tetap berada di atas fitrah tersebut di atas agama allah agar dirinya selalu berada di atas jalan yang lurus, “(Tetaplah di atas fitrah) yang Allahtelah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” [QS. Ar Rum: 30]. Allahu a’lam.
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS